Tulisan Pembakal

Sejarah Guntung Ujung

Foto Berita

A. Sejarah Desa Guntung Ujung:

  • Desa Guntung Ujung adalah hasil pemekaran Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut pada tahun 1979.
  • Pemekaran tersebut berawal dari dua calon kepala desa, Bapak BN dan Bapak NR, pada tahun 1979 di Desa Guntung Papuyu.
  • Bapak NR terpilih sebagai kepala desa Guntung Papuyu, sedangkan Bapak BN tinggal di wilayah Desa Guntung Ujung.
  • Bapak BN mengajak tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya untuk membangun wilayah sendiri dengan alasan pertambahan penduduk, pembangunan yang meningkat, dan luasnya wilayah Desa Guntung Papuyu.
  • Alasan tersebut disetujui oleh pimpinan daerah, sehingga Desa Guntung Ujung terbentuk pada tahun 1979.
  • Desa Guntung Ujung dinamakan demikian karena berada di ujung Desa Guntung Papuyu.
  • Pada tahun 1979, Bapak Bain menjadi kepala desa Guntung Ujung yang pertama.
  • Nama-nama kepala desa Guntung Ujung selanjutnya adalah Arbain, Utsman, Karis Wibisono, Hasbullah, Rahman Epindi, dan Hasbullah (menjabat hingga 2027).

B. Kondisi Umum Desa Guntung Ujung:

1. Kondisi Geografis:

  • Desa Guntung Ujung terletak di Kecamatan Gambut dengan luas wilayah 1.231.130 Ha/m².
  • Batas wilayahnya adalah Desa Guntung Papuyu (utara), Desa Beruntung Baru (selatan), Desa Keladan Baru (barat), dan Landasan Ulin Barat (timur).
  • Mayoritas wilayah Desa Guntung Ujung adalah tanah sawah dan perkebunan dengan hasil utama padi, kebun, palawija, dan buah-buahan.
  • Terdapat juga usaha galian seperti penambangan pasir dan pertukangan.

2. Kependudukan dan Topografi Desa:

  • Desa Guntung Ujung memiliki topografi dataran rendah dengan suhu rata-rata harian 26,21ºC.
  • Luas wilayah digunakan untuk perumahan dan pekarangan (45,08 Ha/m²), persawahan (2.524 Ha/m²), dan lahan kering (933,48 Ha/m²).
  • Jumlah penduduk Desa Guntung Ujung: 978 laki-laki, 869 perempuan, dan 641 kepala keluarga.

3. Agama dan Sosial:

  • Mayoritas penduduk Desa Guntung Ujung beragama Islam.
  • Masyarakat Desa Guntung Ujung memiliki adat istiadat dan budaya seperti mandi penganten, mandi 7 bulan ibu hamil, kuda gipang, kuntau, arisan, yasinan, burdah, dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
  • Suku yang ada di desa ini adalah Suku Banjar dan Jawa

4. Pembangunan Perekonomian Desa: Desa Guntung Ujung memiliki sentra industri rumah tangga yang mencakup berbagai jenis usaha seperti pembuatan kursi, cetak batako, dan usaha yang bahkan melibatkan perdagangan di luar desa atau daerah. Potensi perekonomian desa meliputi sektor pertanian, perkebunan, kelompok simpan pinjam sebanyak 3 kelompok, usaha pembuatan cetak batako, dan usaha pertambangan C yang dapat memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat serta menciptakan lapangan kerja.

5. Pembangunan Infrastruktur: Pembangunan desa memerlukan penyediaan sarana dan prasarana fisik. Sarana dan prasarana di bidang transportasi, pendidikan, dan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Untuk memastikan pembangunan desa ke depan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat, penting untuk mengetahui kondisi prasarana dan sarana fisik yang ada. Beberapa sarana dan prasarana yang tersedia di Desa Guntung Ujung antara lain Balai Desa, Kantor Puskesdes, SD, SMP, Pesantren, Masjid, Langgar, TK-Al Qur'an, jembatan, jalan, pabrik, dan sarang burung walet.

6. Sumber Daya Alam: Sumber daya alam di Desa Guntung Ujung sebagian kecil terdiri dari galian C (Sirtu/Tanah Merah). Sebagian besar sumber daya alam desa ini terdiri dari sektor pertanian dan perkebunan.

 

                                                                                                                                                                                 Penulis,

                                                                                                                                                                Pembakal Desa Guntung Ujung